Mencintai atau dicintai Memahami atau dipahami Berjuang atau diperjuangkan
dan banyak dari kami memilih 'Me' daripada 'di'
hmmm [??]
Memang betul, fitrahnya wanita itu pasif.. tidak bisa berbuat apa-apa. Sesuai dengan norma sosial dan agama dalam masyarakat kita, dalam hal ini berperan pasif (diam) menunggu satrianya datang dan diperjuangkan, tapi ada satu keyakinan.. bahwa Allah swt tidak akan pernah memberi lebih dari yang umatnya usahakan.
dengan cara yang santun.. karena muti paham, rasa itu memang tidak bisa dipaksakan :)
" Ga ada salahnya memberi perhatian dan bersikap baik kepada seseorang, walaupun dia terus menyakiti.... karena bagaimanapun dia sudah pernah mengisi hati kita.. "
satu kalimat sahabat yang bijak dan tulus dari gisthi & chaca :)

3 komentar:
like this notes ^^..
hmm,,memang kodrat qta sebagai wanita adalah "dijemput" hehehe,,klo teteh di kasih pertanyaan dicintai apa mencintai,,teteh milih dicintai,,karena klo qta dicintai qta bisa belajar mencintai ^__^v..
dari awal chaca c emang udah ngerasa klo cha itu aga2 "beda"..
klo kata cha kita c jangan diem aja juga dan hanya nunggu doang...
kita harus terus berikhtiar, berdoa, dan bertawakal... ^^
R.A. Kartini kan udah ngebela eman si...pasi wanita mut...
makanya kita harus bergerak.. total action..^^
heheee... ini c menurut cha, dan yang sedang cha coba lakukan sekarang..
heheee... semangat yaa...
semoga diberikan jalan yang terbaik oleh Allah..^^
hoho.. gitu ya? belum pernah kepikiran sih,"gmana ceritanya kalo yang "me" itu adalah wanita, karna mind set kebanyakan orang (termasuk saya) yang "me" itu adalah pria.
tapi dari manapun dan bagaimanapun caranya seseorang mendapat jodoh, pastinya sudah ditentukan oleh Allah kan?
sekarang tinggal kita yang berusaha dengan rumus yang udah dikasi di Al-qur'an : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (Q.S. 24:26)
wallahualam bishowab
Posting Komentar