Desa Sancang terdiri dari dari 12 rukun warga dan 43 rukun tetangga, dipimpin oleh Bapak Oyon sebagai kepala desa. Sancang sendiri dilegendakan sebagai tempat Tilem yaitu tempat hilangnya Prabi Siliwangi dan menurut kepercayaan penduduk setempat, para prajurit yang setia kepada prabu siliwangi menjelma menjadi pohon kaboe, sebuah pohon yang yang mirip mangrove atau bakau. Desa Sancang juga memiliki objek cagar alam yang masih terjaga, hutan, dan juga pantainya, sebagian besar desa lahan didesa ini dijadikan perkebunan karet milik PTP Nusantara, selain itu masih banyak lagi potensi sumber daya alam lainnya.
KKNM desa sancang terdiri dari 18 orang mahasiswa, diantaranya dari fakultas pertanian, sastra, teknologi pangan, kedokteran, kedokteran gigi dan ilmu keperawatan. Berikut program yang kami laksanakan selama sebulan:
- Sikat gigi dan mencuci tangan yang benar dan sehat di SDN 1 & SDN 4 Sancang.
- Inovasi produk berbahan dasar pisang.
- Program prmanfaatan kompos.
- Senam kesehatan jasmani.
- Pengajaran bahasa asing.
Selain beberapa program diatas, ada juga program tambahan yang rutin kami ikuti, seperti pengajian rutin dan posyandu disetiap dusun. Sangat disayangkan beberapa alat dan fasilitas kesehatan di Pustu (puskesmas pembantu) tidak bisa dipakai lagi karena sudah dimakan usia, seperti stetoskop, tensimeter, pengukur tinggi dan berat badan.Karena jarak yang jauh dari pusat kecamatan cibalong, ketika ada warga desa sancang yang sakit maka bisa berobat ke seorang mantri desa yang terpusat didusun cigandawesi, begitu juga saat ada ibu yang akan melahirkan, sudah tersedia satu bidan desa.
Kesadaran akan pentingnya kesehatan didesa ini sudah cukup, terlihat dari keaktifan 80% warga yang datang ke posyandu melakukan penimbangan, imunisasi dan pemeriksaan ibu hamil. Sayangnya hanya beberapa dusun saja yang menerapkan program Makanan Pendamping ASI, sehingga tidak seluruh balita terpenuhi gizi dan nutrisi yang diperlukan dalam masa pertumbuhan. selain itu angka demam dan diare diusia sekolah juga cukup tinggi, hal inilah yang mendasari kami untuk melaksanakan program peyuluhan sikat gigi dan cuci tangan yang benar dan sehat di sekolah dasat. Dengan alat peraga yang sederhana, alhamdulillah program ini berhasil kami laksanankan dan mencapai target evaluasi 90% serta disambut positif oleh kepala sekolah, para guru dan siswa-siswi setempat.



0 komentar:
Posting Komentar