Bagi
saya, memilih dia tidak seperti memilih, memilah ataupun dengan asal
memilih.
Saya
pun tidak memiliki hak untuk memilih, saya bukanlah siapa-siapa yang berhak
untuk memilih.
Memilih
dia tentu bukan seperti memilih pakaian apa yang akan kita kenakan, karena hal
tersebut akan sangat subjektif.
Tidak
dapat ditentukan dalam satu saat yang singkat, misal; saat ini saya sedang
menyukai pakaian formal atau saya sedang menyukai pakain yang casual tentunya
ia adalah seseorang bisa saya bawa kedalam 2 hal yang berbeda.
Dimana
dalam satu keadaan ia bisa menjadi partner menemani saya dalam menghadapi hal
serius dan formal, dan dalam kesempatan lain ia bisa menjadi teman bermain saya yang
dapat saya andalkan dan berbagi keseruan serta kebahagiaan.
memilih
dia adalah memilih satu dari sejuta kemungkinan, dimana tidak hanya melibatkan
hati, tetapi juga akal. Memilih ia bukan hanya sekedar merasa menjadi sempurna
dan diperjuangkan. Tapi juga proses pendewasaan untuk saling menyempurnakan.
♪ ♫ ♪
Kau begitu
sempurna, dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan selalu memujimu
Disetiap
langkahku. Ku kan selalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa
cintamu
Kau genggam tanganku. Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikan kata
dan hapus semua sesalku
Kau adalah
darahku. Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku lengkapi diriku
Oh sayang kau begitu.. sempurna :)
"Someday somewhere
sometimes, there will be someone to be with. Just believe that he was looking
for me as well as me looking for his."
- Erlita Mutia -

0 komentar:
Posting Komentar